Keripik kentang dalam kemasan ini terbilang cukup populer dan banyak digemari oleh orang Indonesia. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga banyak negara lainnya. Dibalik kepopuleran rasa dan teksturnya yang renyah, dilansir dari Insider, ternyata Lays dulunya dijual di jok belakang mobil oleh seorang salesman.
Sempat Dipasarkan Keliling menggunakan Mobil
Pada awal tahun 1930, Herman W. Lay pertama kali menjual keripik kentangnya dengan menggunakan mobil di Nasville, Tennessee. Saat itu, Herman W. Lay masih bekerja sebagai seorang salesman keliling. Pada tahun 1932, setelah mengakuisisi perusahaan keripik kentang. Lay berhasil menjual keripik kentang untuk yang pertama kalinya.
Lay's dan Frito Bersepakat menjadi mitra
Dalam waktu yang bersamaa, C.E Doolin membeli sebuah resep keripik jagung klasik dan melakukan percobaan dengan resep tersebut di dapur rumah ibunya hingga terciptalah Frito. Tiga dekade kemudian, Lays dan Frito bersepakat menjadi mitra pada tahun 1961. Dari kesepakatan tersebut terbentuklah brand Frito-Lay. Brand tersebut juga memproduksi makanan ringan lainnya seperti Cheetos, Doritos, dan Fritos. Empat tahun kemudian, perusahaan tersebut bergabung dengan Pepsi-Cola dibuatlah PepsiCo.
Memanen Kentang dari Petani Lokal
Semakin berkembangnya perusahaan Frito-Lay yang mana membuat permintaan kentang meningkat. Kentang yang diproduksi dipanen dari Black Gold Farms yang mana menjadi salah satu daerah penghasil kentang sejak tahun 1928. Dari sana, empat hingga lima kentang diolah dan diproses menjadi keripik kentang dalam setiap kantong Lays.
Sudah ada lebih dari 200 pilihan rasa dari keripik Lays
Hingga hari ini, sudah ada 200 pilihan rasa dari keripik Lays yang bisa dinikmati. Dari rasa yang umum seperti asin dan manis hingga rasa yang tak biasa seperti cappuccino, sop sayur, dan Beer ‘n Brats.

Komentar
Posting Komentar